logo

Jalan Raya Jakarta Bogor KM. 37, Cilodong – Depok 16415
Telp. 021 – 2962 9393 / 021 – 2962 9394
Faks. 021 – 2962 9395
Email : info@aaslaboratory.com
Hotline :+62811-1939-330

Pemantauan Radioaktivitas Lingkungan melalui Pengukuran Gross Alpha dan Gross Beta

January 27, 2026 - News

Depok, Januari 2026 - Radioaktivitas lingkungan dalam air adalah keberadaan zat atau unsur radioaktif yang memancarkan radiasi di dalam media air, baik air permukaan, air tanah, maupun air baku dan air minum. Radioaktivitas ini dapat berasal dari proses alamiah maupun dari aktivitas manusia. Pemantauan radioaktivitas dalam air penting untuk memastikan air tetap aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

Sumber radioaktivitas dalam air umumnya berasal dari peluruhan alami unsur radioaktif yang terdapat di dalam batuan dan tanah, seperti uranium, thorium, dan turunannya. Unsur-unsur tersebut dapat larut dan terbawa ke dalam air tanah atau air permukaan.

Selain itu, aktivitas manusia tertentu seperti kegiatan industri, pertambangan, penggunaan bahan radioaktif, serta limbah dari proses tertentu juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan radioaktivitas dalam air apabila tidak dikelola dengan baik.

Gross Alpha dan Gross Beta 

Gross alpha dan gross beta adalah parameter pengujian radioaktivitas yang digunakan untuk mengukur total aktivitas radiasi alfa dan beta dalam air. Pengujian ini tidak mengidentifikasi jenis radionuklida secara spesifik, melainkan memberikan gambaran awal mengenai tingkat radioaktivitas secara keseluruhan. Pengujian gross alpha dan gross beta umumnya digunakan sebagai uji skrining awal untuk mendeteksi potensi kontaminasi radioaktif dalam air sebelum dilakukan analisis lanjutan yang lebih detail.

  • • Gross alpha adalah ukuran total aktivitas radioaktif dari pemancar partikel alpha, yaitu partikel bermuatan positif yang memiliki energi tinggi namun daya tembus rendah.
       Contohnya: Uranium-238 (U-238), Radium-226 (Ra-226), Thorium-230 (Th-230).
  • • Gross beta adalah ukuran total aktivitas radioaktif dari pemancar beta, yaitu elektron berenergi tinggi yang mampu menembus lebih jauh dibandingkan partikel alpha.
       Contohnya: Stronsium-90 (Sr-90), Cesium-137 (Cs-137), Potasium-40 (K-40).

Pentingnya Pengujian Gross Alpha dan Gross Beta 

  • •  Mendeteksi dini adanya kontaminasi radioaktif
  • •  Menjaga kualitas dan keamanan air
  • •  Mendukung pemantauan dan pengelolaan lingkungan
  • •  Menjadi dasar pengambilan keputusan untuk pengujian lanjutan

Peran AAS Laboratory sebagai Laboratorium Lingkungan dalam Pemantauan Radioaktivitas Air

Laboratorium lingkungan memiliki peran strategis dalam pemantauan radioaktivitas air melalui pengujian gross alpha dan gross beta. Laboratorium bertanggung jawab menyediakan analisis yang akurat dengan metode terstandar, peralatan yang memadai, serta tenaga analis yang kompeten.

AAS Laboratory sebagai laboratorium lingkungan berperan aktif dalam pemantauan aktivitas Radioaktivitas Lingkungan melalui layanan pengujian gross alpha dan gross beta yang andal dan terstandarisasi. Selain itu, AAS laboratory juga melayani layanan pengujian Technologically Enhanced Naturally Occurring Radioactive Material (TENORM), Naturally Occurring Radioactive Material (NORM), dan pengujian radiasi Radon (Rn) dalam lingkungan kerja. 

Dengan dukungan metode analisis yang tepat serta tenaga analis yang kompeten, AAS Laboratory membantu mendeteksi potensi peningkatan aktivitas radioaktif secara dini, mendukung pemenuhan kewajiban pemantauan dan pelaporan lingkungan sesuai kerangka regulasi yang berlaku, serta memberikan pendampingan teknis dalam interpretasi hasil uji. Melalui peran tersebut, AAS Laboratory berkomitmen untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan serta perlindungan kesehatan masyarakat.

Bagikan di        

 

Kembali ke Berita