Jalan Raya Jakarta Bogor KM. 37, Cilodong – Depok 16415
Telp. 021 – 2962 9393 / 021 – 2962 9394
Faks. 021 – 2962 9395
Email : info@aaslaboratory.com
Hotline :+62811-1939-330
Depok, Februari 2026 - Dalam pengujian kualitas air dan air limbah, dua parameter yang paling sering dilakukan adalah pengujian Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD). Kedua parameter ini sama-sama mengukur kebutuhan oksigen dalam air akibat adanya bahan organik, tetapi memiliki metode pengujian, tujuan analisis, dan interpretasi hasil yang berbeda.
Bagi para pelaku industri, memahami perbedaan antara BOD dan COD ini tidak hanya penting untuk kepatuhan regulasi saja, tetapi juga untuk memastikan efektivitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan pengendalian pencemaran secara berkelanjutan.
BOD adalah jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik biodegradable di dalam air selama periode tertentu (umumnya 5 hari — BOD?). Fungsi pengujian BOD yaitu untuk menilai tingkat pencemaran organik biologis, mengukur beban limbah sebelum pengolahan, menentukan efisiensi instalasi pengolahan air limbah (IPAL), dan digunakan sebagai parameter regulasi lingkungan.
Semakin tinggi nilai BOD, semakin besar kandungan bahan organik yang dapat terurai secara biologis.
COD adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi seluruh bahan organik dalam air secara kimia menggunakan oksidator kuat. Fungsi pengujian COD yaitu untuk mengukur total bahan organik (biodegradable dan non-biodegradable), Analisis cepat tingkat pencemaran, Kontrol proses pengolahan limbah, Monitoring kualitas air industri
Nilai COD umumnya lebih tinggi daripada BOD karena mencakup seluruh bahan organik.
|
|
BOD |
BOD |
|---|---|---|
| Prinsip Utama | Jumlah oksigen yang digunakan oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik (biodegradable) di dalam air |
Jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi semua bahan organik (dan sebagian anorganik) secara kimia. |
| Sifat Pengukuran | Proses biologis |
Reaksi Kimia |
| Agen Utama | Mikroorganisme aerob yang melakukan oksidasi biologis. |
Oksidator kuat, misalnya kalium dikromat |
| Jenis Bahan Organik yang Terukur |
Hanya bahan organik yang dapat diuraikan mikroorganisme |
semua bahan organik (mudah dan sulit terurai) |
| Waktu Pengujian |
Lebih lama (5 hari) |
Lebih cepat (± 2-3 jam) |
Metode uji untuk pegujian BOD mengacu kepada SNI 6989.72:2009 — Air dan air limbah — Bagian 72: Cara uji kebutuhan oksigen dengan prinsip inkubasi sampel pada suhu 20°C selama 5 hari, kemudian mengukur penurunan oksigen terlarut. Sementara untuk pengujian COD terdapat pada SNI 6989.2:2019 — Air dan air limbah — Cara uji kebutuhan oksigen kimia (COD) dengan prinsip pengukuran oksidasi bahan organik menggunakan kalium dikromat dalam kondisi asam dan suhu tinggi
Di Indonesia, batas parameter BOD dan COD untuk air limbah domestik diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 11 Tahun 2025, sedangkan air limbah industri diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 5 Tahun 2014, dan ketentuan terkait pemanfaatan kembali serta perlindungan kualitas lingkungan tercantum dalam Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021.
Pengujian BOD dan COD menjadi parameter utama dalam hampir semua regulasi air limbah industri. Bagi para pelaku industri pengujian BOD dan COD ini memiliki manfaat dalam hal kepatuhan regulasi lingkungan, monitoring performa IPAL, deteksi dini pencemaran, optimasi proses produksi, dan pengendalian biaya pengolahan
Sebagai laboratorium pengujian lingkungan yang terakreditasi, AAS Laboratory menyediakan layanan analisis komprehensif untuk parameter kualitas air, termasuk BOD, COD, dan berbagai parameter penting lainnya. Didukung oleh metode uji standar, tenaga analis profesional, serta sistem manajemen mutu berbasis ISO/IEC 17025, AAS Laboratory membantu industri, utilitas, dan institusi memperoleh data yang akurat, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan pendekatan berbasis kualitas, ketepatan hasil, dan pemahaman kebutuhan operasional klien, AAS Laboratory berperan sebagai mitra strategis dalam memastikan efluen memenuhi baku mutu lingkungan sekaligus mendukung praktik pengelolaan lingkungan yang efektif dan berkelanjutan.
Kembali ke Berita