logo

Jalan Raya Jakarta Bogor KM. 37, Cilodong – Depok 16415
Telp. 021 – 2962 9393 / 021 – 2962 9394
Faks. 021 – 2962 9395
Email : info@aaslaboratory.com
Hotline :+62811-1939-330

Peran Pengawetan dalam Menjaga Kualitas Sampel Air

July 13, 2026 - News
Peran Pengawetan dalam Menjaga Kualitas Sampel Air

Depok, Juli 2026 - Dalam pengujian kualitas air, tahapan analisis di laboratorium sering kali menjadi fokus utama dalam menghasilkan data yang akurat dan andal. Namun, tahukah Anda bahwa kualitas hasil pengujian tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan instrumen yang digunakan, tetapi juga oleh penanganan sampel sejak proses pengambilan di lapangan?

Salah satu tahapan penting yang kerap luput dari perhatian adalah pengawetan (preservation) sampel air, khususnya untuk analisis parameter logam. Proses ini bertujuan untuk menjaga kondisi sampel agar tetap merepresentasikan keadaan sebenarnya pada saat pengambilan, sehingga hasil pengujian yang diperoleh dapat dipercaya dan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Pentingnya Pengawetan Sampel Air

Sampel air yang telah diambil dari lingkungan, baik air permukaan, air tanah, air limbah, maupun air laut, dapat mengalami berbagai perubahan fisik, kimia, dan biologis selama proses penyimpanan dan pengiriman menuju laboratorium. Perubahan tersebut berpotensi mengubah konsentrasi logam yang terkandung dalam sampel.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi stabilitas logam dalam sampel air meliputi: Perubahan pH dan kondisi kimia sampel, proses pengendapan atau presipitasi logam, adsorpsi logam pada dinding wadah penyimpanan, aktivitas mikroorganisme yang dapat mengubah bentuk kimia logam, reaksi oksidasi dan reduksi yang terjadi selama penyimpanan.

Tanpa perlakuan yang tepat, konsentrasi logam yang terukur di laboratorium dapat berbeda dari kondisi sebenarnya di lapangan.

Mengapa Menggunakan Asam Nitrat?

Berbagai metode dan standar internasional, termasuk pedoman dari US EPA, merekomendasikan penambahan asam nitrat (HNO?) hingga pH sampel berada di bawah 2 untuk pengujian parameter logam tertentu.

Penambahan asam nitrat dilakukan sesegera mungkin setelah proses sampling untuk mempertahankan kestabilan unsur logam dalam sampel. Kondisi asam membantu menjaga logam tetap berada dalam bentuk terlarut serta meminimalkan terjadinya perubahan selama masa penyimpanan.

Secara umum, pengawetan menggunakan asam nitrat memiliki beberapa tujuan utama, yaitu:

1. Menjaga Stabilitas Logam Selama Penyimpanan

Sampel air tidak selalu dapat dianalisis segera setelah diambil. Dalam beberapa kasus, diperlukan waktu untuk proses transportasi dan persiapan laboratorium. Penambahan asam nitrat membantu menjaga kestabilan logam selama periode tersebut.

2. Mencegah Pengendapan dan Adsorpsi

Beberapa jenis logam dapat membentuk endapan atau menempel pada dinding botol sampel akibat perubahan kondisi kimia. Jika hal ini terjadi, konsentrasi logam yang dianalisis akan lebih rendah dibandingkan konsentrasi sebenarnya.

Pengawetan dengan asam nitrat membantu mencegah terjadinya proses tersebut sehingga logam tetap terdistribusi secara merata dalam sampel.

3. Menghambat Aktivitas Mikroorganisme

Mikroorganisme yang terdapat dalam air dapat memicu berbagai reaksi biokimia yang mengubah bentuk dan konsentrasi logam. Kondisi asam yang dihasilkan oleh penambahan HNO? mampu menghambat aktivitas mikroorganisme sehingga perubahan komposisi sampel dapat diminimalkan.

4. Mempertahankan Logam dalam Fase Terlarut

Tujuan utama analisis logam terlarut adalah memperoleh gambaran kondisi air pada saat pengambilan sampel. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa logam tetap berada dalam fase terlarut hingga proses analisis dilakukan. Dengan menjaga logam tetap berada dalam bentuk terlarut, hasil pengujian akan lebih representatif terhadap kondisi aktual di lapangan.

 

Pengawetan sampel bukan sekadar prosedur tambahan, melainkan bagian penting dari sistem jaminan mutu (quality assurance) dalam pengujian laboratorium. Ketidaksesuaian pada tahap ini dapat menyebabkan hasil analisis menjadi kurang akurat dan berpotensi memengaruhi interpretasi data.

Oleh karena itu, laboratorium pengujian umumnya menerapkan prosedur pengawetan yang mengacu pada standar dan metode yang berlaku, termasuk terkait jenis wadah, bahan pengawet, batas pH, serta waktu simpan (holding time) untuk setiap parameter.

Layanan Pengujian Air di AAS Laboratory

AAS Laboratory menyediakan layanan pengujian berbagai matriks air, mulai dari air limbah, air permukaan, air bersih, air tanah, hingga air laut. Berbagai parameter dapat diuji, termasuk parameter logam, untuk mendukung pemantauan lingkungan, pemenuhan regulasi, serta kebutuhan industri.

Sebagai laboratorium yang telah terakreditasi SNI ISO/IEC 17025:2017 dan teregistrasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), AAS Laboratory menerapkan prosedur penanganan, pengawetan, dan analisis sampel sesuai dengan standar dan metode yang berlaku guna memastikan hasil pengujian yang akurat dan andal.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan pengujian air, silakan menghubungi tim AAS Laboratory melalui website atau media sosial resmi.

 

Bagikan di        

 

Kembali ke Berita